Pemilihan sarana dan bahan adalah factor yang sangat penting ketika anda memutuskan untuk membangun rumah sendiri. Tidak sedikit, orang yang sedang membangun rumah terhenti di tengah jalan karena terkendala dengan membengkaknya anggaran untuk penyediaan sarana dan bahan. Dan tidak sedikit pula orang yang kecewa dengan rumah yang dibangunnya karena kesalahan dalam pemilihan sarana dan bahan.
Satu hal yang patut diingat adalah, sarana dan bahan yang mahal tidak selamanya sesuai.
Juga sebaliknya, sarana dan bahan yang murah tidak selamanya tidak berkualitas.
Jadi ketika anda berniat membangun rumah anda sendiri, maka anda harus menjadi pintar dalam mempersiapkan sarana dan bahan.
Cara pintar berhemat bahan bangunan rumah berikut mungkin dapat membantu
anda ketika membangun rumah indah seperti yang anda idamkan, sehingga
biaya pembangunan rumah jatuhnya harga relatif lebih murah :
1. Lihat musim, ikuti perkembangan harga
Lihat musim. Perkembangan harga bahan bangunan juga berdasar musim. Ini
bukan hanya sekadar ungkapan frasa. Ini benar.
Ketika anda memutuskan untuk memulai membangun rumah di awal-awal musim
kemarau, maka hampir dapat dipastikan biaya bahan bangunan akan lebih
mahal dibanding pada musim penghujan.
Pula sebaliknya, jika anda memutuskan membangun rumah pada musim
penghujan, maka hampir dipastikan pula, anggaran dan biaya bahan ( dan
juga tenaga ) akan menjadi lebih tinggi, karena kerusakan atau
kehilangan yang disebabkan hujan.
Yang paling bijaksana adalah, anda dapat mencicil dan membeli beberapa
bahan bangunan di musim penghujan dan menggunakannya untuk membangun
rumah di awal musim kemarau. Namun yang terpenting disini adalah anda
harus cermat dalam penyimpanannya. Terutama bahan yang mudah rusak
karena air hujan.
Ikuti dan pantau pula perkembangan harga bahan bangunan. Harga bahan bangunan selalu fluktuatif.
2. Ambil dari sumbernya
Ketika anda dapat membeli bahan bangunan dari sumbernya, maka dapat
dipastikan anda akan memperoleh harga yang lebih murah.
Sebagai contoh, jika kebetulan di wilayah anda terdapat pengrajin yang
membuat batu bata, belilah langsung dari mereka jangan beli dari toko
bangunan. Contoh lain, pasir, kayu, bambu dan sebagainya.
3. Belilah dalam jumlah banyak
Banyak dari kita lebih suka membeli bahan bangunan dalam jumlah yang
kecil dan terus-menerus.
Membeli bahan bangunan dalam satuan kecil jatuhnya akan jauh lebih mahal
jika dibandingkan dengan membeli dalam jumlah yang besar.
Selama masih memungkinkan, belilah bangunan dalam jumlah besar.
Disamping akan mendapatkan harga yang lebih murah, hal ini juga akan
menghemat waktu anda.
4. Gunakan bahan substitusi atau material bangunan alternatif
Kurangi ( atau bahkan kalau bisa tinggalkan ) bahan bangunan yang lebih
mahal.
Kayu misalnya. Karena saat ini harga kayu sangat mahal, maka anda dapat
mengurangi bahan ini dan menggantinya dengan bahan lain. Contoh : kusen
kayu dapat anda ganti dengan kusen cor, almari kayu dapat anda ganti
dengan almari cor permanent, dsb.
Dengan pengerjaan yang sabar dan teliti hasil dari bahan cor tidak akan
kalah dengan bahan kayu, bahkan lebih kuat.
5. Cari informasi tentang rekan atau kenalan yang juga sedang membangun.
Informasi ini terkadang berguna. Jika kebetulan ada teman atau kenalan
yang baru saja selesai membangun, seringkali menyisakan kelebihan atau
bahan bangunan bekas , tapi masih bisa dipergunakan lagi, missal papan
cor, bambu dan sebagainya.
Daripada dibuang sia-sia biasanya mereka dengan senang hati jika anda
mau membelinya, meski dengan harga murah. Bahkan terkadang di gratiskan.
Jika mau mencoba melakukan hal ini, maka anda sudah mendapat point dalam
penghematan anggaran.
Jadi agar biaya pembangunan rumah anda dapat ditekan serendah mungkin,
tidak hanya biaya tenaga kerja saja yang harus dihemat dengan cara memilih tenaga kerja bangunan yang tepat, tapi anda bisa juga melakukan penghematan biaya melalui penyiapan bahan bangunannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar