Rabu, 26 Agustus 2015

membangun kepercayaan investor I jasa gambar imb surabaya


439

Sebuah pertanyaan seputar entrepreneurship menarik terlontar dari seorang peserta seminar yang saya hadiri kemarin sore. Ia merasa kebingungan dengan cara membangun trust atau kepercayaan dari pihak lain terutama para investor. Usianya masih muda, belum banyak pengalaman. Prestasi belum begitu menonjol. Namun, yang pasti kemauan dan tekad sangat membuncah. Lalu apa yang ia bisa lakukan?

Apa yang ia alami itu sama persis dengan apa yang saya alami beberapa dekade yang lalu. Dahulu saat saya memulai bisnis, peran penting unsur kepercayaan dalam membangun usaha sangat terasa.Orang yang kita ajak kerjasama akan bertanya dengan sinis, “Siapa kamu? Apa latar belakang kamu? Kamu bisa apa?” Itu semua wajar, dan terjadi hampir pada semua entrepreneur yang baru memulai berbisnis. Akan tetapi entrepreneur sejati jangan sampai berhenti karena kendala ini. Keberhasilan Anda mengatasi kendala ini akan menjadi batu pijakan menuju fase berikutnya.

Cara membangun trust sebenarnya sederhana tetapi yang terberat ialah ia harus dijaga dan dilaksanakan secara kontinu dan konstan sepanjang waktu. Pertama, jangan sampai perkataan kita berlainan dari apa yang kita kerjakan. Dengan kata lain, jaga agar perkataan kita selaras dengan perbuatan. Mungkin inilah cara paling penting untuk membangun pondasi kepercayaan orang lain pada diri kita sebagai entrepreneur. Jikalau gagal mewujudkan perkataan/ janji, tunjukkan bahwa Anda sudah melakukan yang terbaik yang Anda bisa. Menunda atau membatalkan janji juga berdampak buruk sedikit banyak bagi nama baik dan kepercayaan Anda.

Kedua, hindari kebohongan meski menurut Anda itu didasari niat atau keinginan yang baik. Saat kita sebagai entrepreneur, kita harus berani menyampaikan tidak hanya hal-hal baik dan positif tetapi juga memberikan kritik dan berita negatif tanpa nada menyalahkan sehingga orang yang menerima tidak akan bersikap defensif dan memusuhi tetapi tetap bersahabat dan masalahnya yang sebenarnya terpecahkan. Kejujuran integritas entrepreneur sangat penting dalam membangun trust.

Selanjutnya, seorang entepreneur pemula juga jangan memberikan pernyataan yang mengambang. Sebisa mungkin jelaskan. Jika sikap tertutup dan misterius Anda tunjukkan, orang lain akan merasa ragu untuk mempercayai. Keterbukaan itu kuncinya. Terbukalah pada investor, namun ingat juga agar keterbukaan itu jangan disalahartikan sebagai mengumbar semua detil informasi begitu saja. Pilihlah dengan bijak apa yang bisa dibagikan dan yang tidak. Berikan informasi tambahan bahkan saat kita tidak diminta.

Untuk membangun trust, perhatikan detil-detil. Memang tidak semua detil memiliki arti penting, tetapi betul juga bahwa detil menunjukkan tingkat komitmen kita pada apa yang kita lakukan. Inilah yang saya masih lakukan dengan melaksanakan site visit atau kunjungan ke proyek-proyek jika memiliki waktu luang.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar